Bab 25
Bab 25
86 kode HS di bab ini, dikelompokkan per pos (4 digit pertama). Klik sebuah kode untuk klasifikasi, tarif, Lartas & langkah ekspornya.
Pos 2501
- 2501.00.10 Garam meja
- 2501.00.20 Garam batu tidak diproses
- 2501.00.50 Air laut
- 2501.00.91 -- Dengan kandungan natrium klorida lebih dari 60% tetapi kurang dari 97%, dihitung dari basis kering, diperkaya dengan yodium
- 2501.00.93 -- Dengan kandungan natrium klorida 97% atau lebih, dihitung dari basis kering
- 2501.00.99 -- Lain-lain
Pos 2502
Pos 2503
Pos 2504
Pos 2505
Pos 2506
Pos 2507
Pos 2508
Pos 2509
Pos 2510
Pos 2511
Pos 2512
Pos 2513
Pos 2514
Pos 2515
Pos 2516
- 2516.11.00 -- Tidak dikerjakan atau dikerjakan secara kasar
- 2516.12.10 Balok
- 2516.12.20 Lembaran tebal
- 2516.20.10 -- Tidak dikerjakan atau dikerjakan secara kasar
- 2516.20.20 -- Semata-mata dipotong, digergaji atau dengan cara lain, menjadi balok atau lembaran tebal berbentuk empat persegi panjang (termasuk bujur sangkar)
- 2516.90.00 Batu monumen atau bangunan lainnya
Pos 2517
- 2517.10.00 Kerikil, gravel, batu pecah atau batu tumbuk, yang lazim digunakan untuk campuran beton, untuk mengeraskan jalan atau untuk rel kereta api atau pemberat lainnya, shingle dan flint, diolah dengan dipanaskan maupun tidak
- 2517.20.00 Makadam dari terak, sampah atau sisa buangan industri sejenis, bercampur dengan bahan tersebut dalam subpos 2517.10 maupun tidak
- 2517.30.00 - Makadam ter
- 2517.41.00 - Dari marmer
- 2517.49.00 -- Lain-lain
Pos 2518
Pos 2519
Pos 2520
Pos 2521
Pos 2522
Pos 2523
- 2523.10.10 Dari jenis yang digunakan dalam pembuatan semen putih
- 2523.10.90 -- Lain-lain
- 2523.21.00 -- Semen putih, diberi warna secara artifisial maupun tidak
- 2523.29.10 -- Semen diwarnai
- 2523.29.90 portland cement, other than white cement and coloured cement
- 2523.30.00 Semen alumina
- 2523.90.00 Semen hidrolik lainnya
Pos 2524
Pos 2525
Pos 2526
Pos 2528
Pos 2529
Pos 2530
Kembali ke direktori HS Code, atau klasifikasikan produkmu dengan AI.
Deskripsi mengikuti nomenklatur Harmonized System (WCO 2022). Verifikasi kode final di BTKI/Bea Cukai sebelum menyusun dokumen resmi.