Lewati ke konten
EksporIn

Cara Ekspor Kopi ke Jepang: Panduan untuk UMKM

Dari klasifikasi HS Code sampai mencari buyer — langkah-langkah ekspor kopi ke Jepang yang perlu kamu siapkan.

Diperbarui 07 Juli 2026

Jepang adalah salah satu pasar kopi spesialti terbesar di dunia, dan permintaan kopi Indonesia — Gayo, Toraja, Kintamani, Mandailing — terus tumbuh. Tapi mengekspor ke Jepang bukan sekadar mengirim barang: ada klasifikasi, regulasi, tarif, dan dokumen yang perlu disiapkan. Berikut langkah-langkahnya.

1. Tentukan HS Code produkmu

HS Code adalah kode klasifikasi barang internasional yang menentukan tarif dan aturan impor di negara tujuan. Kopi umumnya masuk Bab 09 (mis. kopi digongseng, belum dihilangkan kafeinnya). Salah kode berarti salah tarif dan salah dokumen. Cek HS Code produkmu supaya akurat sejak awal.

2. Pastikan produk tidak kena larangan/pembatasan (Lartas)

Sebelum ekspor, cek apakah komoditasmu termasuk barang yang dilarang atau dibatasi ekspornya. Kopi umumnya bebas, tapi selalu verifikasi berdasarkan HS Code spesifikmu. Cek status Lartas.

3. Hitung tarif masuk & manfaatkan IJEPA

Indonesia dan Jepang punya perjanjian dagang IJEPA (Indonesia–Japan Economic Partnership Agreement) yang dapat memberi tarif preferensi lebih rendah daripada tarif umum (MFN) — asalkan kamu melampirkan Surat Keterangan Asal yang sesuai. Bandingkan tarif MFN vs FTA untuk HS Code dan tujuan Jepang sebelum menetapkan harga jual. Cek tarif & FTA.

4. Siapkan Surat Keterangan Asal (SKA)

Untuk mengklaim tarif preferensi IJEPA, kamu butuh SKA (Certificate of Origin) dengan form yang sesuai skema. SKA membuktikan barang benar-benar berasal dari Indonesia. Susun checklist SKA sesuai HS Code dan tujuanmu, atau baca panduan mengurus SKA.

5. Lengkapi dokumen ekspor

Dokumen inti biasanya mencakup commercial invoice, packing list, bill of lading atau air waybill, SKA, dan PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang). Lihat daftar dokumen ekspor lengkap. EksporIn bisa membantu menyusun draf dokumen dari data usahamu.

6. Temukan buyer di Jepang

Buyer yang tepat menentukan keberhasilan ekspor. Cocokkan profil produkmu dengan importir terverifikasi lewat matchmaking berbasis AI, lengkap dengan skor kecocokan, alih-alih menebak sendiri.

Catatan penting: tarif, aturan, dan persyaratan bisa berubah. Angka spesifik sebaiknya diverifikasi ke sumber resmi (Bea Cukai, Kemendag) atau lewat alat EksporIn yang menandai sumber dan kesegaran datanya — bukan sekadar angka tanpa asal.

Praktikkan langsung dengan EksporIn

EksporIn memandu tiap langkah di atas dengan AI: klasifikasi HS Code, cek Lartas, hitung tarif & FTA, susun dokumen, sampai dipertemukan buyer luar negeri. Mulai gratis.